«

Feb 03

Cetak ini Pos

Menggenggam Dunia Dengan Membaca

Menggenggam Dunia Dengan Membaca

Oleh :

Ria Puspitasari

SDN Putat Jaya III/379

Kecamatan Sawahan Kota Surabaya

 

Pendahuluan

          Dunia dan manusia merupakan dua buah kata yang saling berkaitan erat dan mempunyai makna yang sangat dalam. Tanpa dunia, manusia tidak bisa berkarya dan tanpa manusia, dunia tidak berarti apa-apa. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan cipta, rasa dan karsa tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar untuk memastikan keberlangsungan dunia. Salah satu cara yang bisa dilakukan manusia untuk menjaga keberlangsungan dunia adalah dengan membaca. Membaca dalam hal ini tidak hanya berarti melihat kemudian melisankannya saja, tetapi yang dimaksud membaca disini adalah suatu proses dimana kita mampu melihat apa yang ada dan terjadi di sekitar kita kemudian memahami serta menerjemahkan hal tersebut secara objektif. Membaca menjadi suatu keharusan bagi manusia sebagai langkah awal untuk menggenggam dunia.

     Membaca adalah berpikir. Berpikir merupakan suatu proses untuk mengenali. memahami dan kemudian menginterpretasikan lambang-lambang yang bisa mempunyai arti. Dalam membaca, banyak terlibat unsur-unsur psikologis separti kemampuan dan atau kapasitas kecerdasan, minat, bakat, sensasi, persepsi, motivasi, dan ingatan. Selain itu, membaca juga dapat dikatakan sebagai kemampuan mentransfer dan berpikir kognitif yang akan membantu seseorang dalam memahami seberapa banyak pengetahuannya mengenai banyak hal, bagaimana seseorang memandang hidup yang dijalaninya, kemana arah yang sebenarnya ingin dicapai dan pastinya akan membuat seseorang menjadi haus pengetahuan karena dia sadar seberapa kecil pengetahuan yang baru saja diketahuinya.

      Banyak orang terkenal dan sukses dalam kehidupannya karena memiliki hobi membaca. Membaca selain menjadi hobi yang positif dalam mengisi waktu luang juga memiliki banyak sekali manfaat bagi kita, diantaranya : menambah wawasan, menimbulkan banyak ide, memiliki imajinasi tinggi, memudahkan dalam membuat tulisan, mendukung kemampuan berbicara di depan umum dan membuat perubahan positif dalam kehidupan kita. Membaca adalah sebuah keharusan bila kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca, pandangan kita menjadi lebih terbuka terhadap hal-hal baru yang kita ketahui sebelumnya. Kita tidak harus pergi ke tempat yang jauh untuk tahu tentang hal-hal menarik dari tempat itu, tetapi kita cukup membaca buku maka kita akan tahu segala hal karena buku adalah salah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia.

Upaya Meningkatkan Minat Baca

          Seperti dikutip dari kompas.com tertanggal 26 Maret 2018, rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali per minggu, dengan durasi waktu membaca per hari rata-rata 30-59 menit. Sedangkan jumlah buku yang ditamatkan per tahun rata-rata hanya 5-9 buku. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani berdasarkan hasil penelitian perpustakaan nasional tahun 2017. Hasil penelitian itu pun menunjukkan bahwa minat baca masyarakat masih rendah dan perlu ditingkatkan. Selain itu, sebuah studi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 mengenai “Most Literate Nations in The World” menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-60 dari total 61 negara, atau dengan kata lain minat baca masyarakat Indonesia disebut-sebut hanya sebesar 0,01 persen atau dapat dikatakan bahwa dari sepuluh ribu orang, hanya satu orang yang aktif membaca. Ironisnya, angka ini berbanding terbalik dengan jumlah pengguna internet yang mencapai separuh dari total populasi penduduk Indonesia atau sekitar 132,7 juta. Bahkan data yang dihimpun statista.com pada Januari 2018 menyebutkan bahwa 44 persen populasi masyarakat Indonesia lebih memilih untuk mendapatkan informasi dengan mengambil foto dan video menggunakan ponsel mereka, daripada melakukan aktivitas membaca.

        Rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia akan menjadi masalah dan kerawanan yang fatal bila tidak segera diatasi. Minat baca masyarakat di daerah terpencil masih kurang lantaran minimnya buku yang dimiliki. Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di perkotaan pun minat bacanya rendah karena lebih tertarik bermain internet. Selain itu, lingkungan hidup di sekitar kita merupakan faktor penting dalam kehidupan, karena secara tidak langsung lingkungan sekitarlah yang membentuk kebiasaan kita, misalnya saja lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga adalah yang paling dekat dengan kita. Jika lingkungan di keluarga saja sudah tidak membudayakan kebiasaan membaca buku, maka dari mana kita bisa menumbuhkan benih-benih minat membaca. Hal ini diperparah dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat dimana generasi saat ini menginginkan segala sesuatunya serba cepat atau instan dan mulai tidak menghargai proses. Padahal membaca sebuah buku baik dari yang tipis sampai yang tebal, semuanya pasti membutuhkan proses membaca. Tiap halaman per halaman dan bab per bab harus kita lalui dan kita nikmati. Sehingga membaca menjadi lebih bermakna.

       Menurut Darmono (2007:217), faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dari dalam diri individu, meliputi faktor jasmani dan psikologi. Faktor jasmani terdiri dari kesehatan individu. Faktor psikologi terdiri dari intelegensi, perhatian, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan. Faktor ekstern meliputi faktor keluarga, sekolah dan masyarakat. Faktor keluarga terdiri dari cara orang tua mendidik, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. Faktor sekolah terdiri dari relasi guru, karyawan dengan siswa, disiplin sekolah, fasilitas sekolah khususnya perpustakaan dan keadaan gedung. Faktor masyarakat terdiri dari media massa, teman bergaul dan pola kehidupan lingkungan tempat tinggal.

     Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menggiatkan aktivitas membaca adalah dengan optimalisasi gerakan literasi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, melalui gerakan 15 menit membaca sebelum memulai pembelajaran. Kebiasaan membaca buku adalah kunci mujarab bagaimana membentuk sebuah bangsa yang kreatif. Kebiasaan membaca buku harus kita tanamkan sejak kecil karena buku adalah sumber perubahan positif dalam berbagai kehidupan manusia. Buku membawa dampak positif bagi semua orang di dunia ini dari berbagai usia maupun tingkat pendidikan. Buku membuat orang yang tidak tahu menjadi tahu, membuat yang tidak mengerti menjadi mengerti. Oleh karena itulah, mari kita budayakan membaca sejak kecil karena dengan membaca maka dunia berada dalam genggaman kita.

Simpulan 

       Berdasarkan pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa membaca adalah sebuah proses berkelanjutan yang terjadi sepanjang hidup kita. Jika kita menelaah berbagai hal yang menjadi penyebab rendahnya minat baca masyarakat Indonesia pada umumnya dan siswa di berbagai tingkat pendidikan pada khususnya, maka sudah seharusnya sinergi antara pihak pemerintah, pelaksana pendidikan dan masyarakat perlu ditingkatkan lagi. Pemerintah selaku pengatur regulasi seharusnya membuat kebijakan yang lebih proaktif untuk menggiatkan aktivitas membaca dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Seorang guru dan pemangku kepentingan di dunia pendidikan juga tidak kalah pentingnya dalam menggiatkan aktivitas membaca bagi siswa. Guru adalah role model bagi para siswa. Setelah selesai membaca sebuah buku, guru bisa mencoba untuk menceritakan pada siswanya bahwa guru merasakan pengaruh positif setelah membaca buku tersebut, membuat siswa penasaran sehingga muncul keinginan untuk mengetahui buku tersebut lebih lanjut.

     Peran masyarakat dalam hal ini adalah menciptakan lingkungan yang memaksimalkan keinginan dalam membaca dan mampu membawa seseorang untuk berpikir kritis, kreatif dan inovatif dalam menyikapi hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

 

BACA KARYA TULIS GURU DISINI

 

Tautan permanen menuju artikel ini: http://pgrikotasurabaya.com/menggenggam-dunia-dengan-membaca/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>